
Setiap kali masuk kelas ada saja celotehan anak-anak yang random ketika selesai pembelajaran
misalnya salah satu siswa sudah melempar pantun sebelum kita akhiri pembelajaran dan salam
“kasihan deh tidak punya kekasih…..”
” cukup sekian dan terima kasih”
pantun sesingkat itu bisa buat kita semua tersenyum kalau habis lelah mengajar.
terasa menghibur kalian anak-anak hebat. Jangan bilang kalian tidak bisa berpantun itu adalah salah satu bahasa pengakrab diantara riuhnya individualistis,egois yang semakin melangit, kebersamaan yang kian terkikis, HP yang kian memotong jiwa-jiwa yang kaya makin kering bicara tentang apa saja …
salam bicara, salam sapa, salam kabar seperti telah tiada
ahhh…terlalu bising dalam pikiran sendiri tanpa dijembatani komunikasi antara
siswa dengan siswa
teman dengan teman
guru dengan siswa
guru dengan guru
dan semuanya hanya terdiam terpaku oleh jibaku egoism, keangkuhan dunia.
masihkah kita ingin bercerita anak-anak?
tentang indahnya dunia,
tentang pagi
tentang siang
tentang malam yang kamu lalui
agar semua terdengar riang, ceria, sedihmu, terdengar oleh teman-temanmu
tidak asyikk sendiri dengan HP yang jadi sandaran tempat cerita tanpa RASA?
by Ibu Hendri Lasmyastuti,S.PdKim
